Selasa, 15 September 2026
Portal Berita Pesisir Selatan

Bukan Cuma “Objek”, Bupati Asep Japar Titip Masa Depan Sukabumi di Pundak Forum Anak

đź“… 14 September 2026  |  ✍️ yudiansyahyuda01@gmail.com  |  đź“‚ Wisata
Bukan Cuma “Objek”, Bupati Asep Japar Titip Masa Depan Sukabumi di Pundak Forum Anak

SUKABUMI, Mypalabuhanratu.com — Sinar matahari siang menembus celah-celah pilar Pendopo Kabupaten Sukabumi, Senin (14/9). Jika biasanya ruangan megah nan bersejarah ini diisi oleh deretan pejabat berdasi dengan raut wajah serius, pemandangan hari itu terasa jauh berbeda. Gelak tawa dan riuh rendah suara ceria khas anak belasan tahun memecah keheningan birokrasi.

Mereka bukan sedang berdarmawisata. Anak-anak muda dengan mata berbinar ini tengah bersiap menerima estafet tanggung jawab yang tak main-main: dilantik menjadi pengurus Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Sukabumi periode 2026-2028.

Di tengah pesatnya roda pembangunan infrastruktur—mulai dari aspal jalan raya hingga penataan kawasan wisata geopark—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi tampaknya enggan melupakan satu pondasi yang jauh lebih krusial: sumber daya manusia. Bupati Sukabumi, Asep Japar, menyadari betul bahwa membangun sebuah daerah tidak melulu soal beton, jembatan, dan angka-angka statistik.

“Anak-anak ini bukan sekadar objek kebijakan, mereka adalah subjek pembangunan,” ujar Asep Japar di sela-sela acara pelantikan.

Kalimat tersebut terdengar sederhana, namun maknanya dalam. Selama ini, kacamata orang dewasa dan pemangku kebijakan sering kali luput menangkap apa yang sebenarnya dirasakan dan dibutuhkan oleh anak-anak di lapangan. FAD hadir untuk menambal celah tersebut. Mereka diharapkan menjadi ‘jembatan emas’ yang menyalurkan aspirasi dari sudut-sudut sekolah dan desa, langsung ke meja perumusan kebijakan pemerintah daerah.

Pelantikan ini bukan sekadar seremonial potong pita atau formalitas belaka. Ini adalah momentum penting. Kita tahu, generasi muda saat ini tengah dihadapkan pada gempuran era digital yang membawa pisau bermata dua. Mulai dari krisis identitas, maraknya perundungan (bullying), hingga persoalan pernikahan dini yang masih menjadi bayang-bayang di beberapa pelosok daerah.

Melalui Forum Anak Daerah, mereka diajak untuk tidak hanya duduk diam mengeluh di media sosial, tetapi ikut mencari solusi. FAD kini memiliki panggung untuk menyuarakan hak-hak anak, bahkan dilibatkan untuk memberikan masukan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Lewat pelantikan ini, Pemkab Sukabumi seolah mengirimkan pesan kuat: pintu partisipasi telah dibuka lebar-lebar. Panggung sudah disiapkan, dan telinga pemerintah siap mendengarkan. Kini, tibalah saatnya anak-anak muda Sukabumi yang mengambil panggung itu, mengubah suara mereka menjadi aksi nyata yang tak lekang oleh waktu.

Sebab pada akhirnya, masa depan Sukabumi bukan berada di tangan mereka yang hari ini berdasi, melainkan di pundak mereka yang hari ini berani bermimpi. (YD)