Senin, 26 Oktober 2026
Berbagi informasi untuk semua

Lebih dari Sekadar Pesta Panen, Pemkab Sukabumi Dorong Kasepuhan Gelar Alam Jadi Warisan Budaya Nasional

MYPALABUHANRATU.COM — Di tengah gempuran arus modernisasi yang serba digital, sebuah perkampungan adat di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, membuktikan bahwa waktu tak akan mampu menggerus warisan leluhur jika dijaga dengan hati.

Minggu (4/10/2026), ribuan pasang mata kembali menjadi saksi kemeriahan Puncak Upacara Adat Seren Taun ke-658 di Kasepuhan Gelar Alam. Mengusung tema filosofis “Nyoreang Alam Katukang, Nyawang Alam Nu Bakal Datang” (Mengingat masa lalu, menatap masa depan), perayaan ini menjadi titik temu antara rasa syukur atas melimpahnya panen dan doa untuk kehidupan esok hari yang lebih baik.

Ritus sakral nan meriah menyelimuti kawasan kasepuhan. Puncak acara ditandai dengan prosesi angkat ampih pare ka leuit—ritual khusyuk memasukkan padi hasil panen ke dalam lumbung adat. Kemeriahan semakin pecah saat berbagai kesenian buhun (kuno) dipertontonkan, mulai dari arak-arakan Dongdang, Dog-dog Lojor, atraksi Debus yang menegangkan, hingga tabuhan Lisung, Rengkong, Gondang Buhun, dan keelokan Tari Tani.

Daya magis Seren Taun ke-658 ini turut menarik perhatian jajaran tertinggi Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Bupati Sukabumi H. Asep Japar hadir langsung membaur bersama masyarakat adat, didampingi Wakil Bupati H. Andreas, unsur Forkopimda, serta Forkopimcam.

Bagi Bupati Asep Japar, bertahannya tradisi Seren Taun hingga generasi ke-658 adalah sebuah fenomena kebudayaan yang luar biasa.

“Pelaksanaan Seren Taun ke-658 ini merupakan bukti nyata dari keteguhan, konsistensi, dan kecintaan masyarakat adat Kasepuhan Gelar Alam dalam melestarikan warisan budaya,” ungkap Bupati dengan nada takjub.

Bupati menegaskan, ritus ampih pare bukan sebatas atraksi budaya. Di baliknya, tersimpan kearifan lokal yang sangat relevan dengan isu global hari ini: kedaulatan dan ketahanan pangan seutuhnya.

Melihat potensi budaya yang begitu besar, Pemkab Sukabumi tidak tinggal diam. Pemerintah daerah saat ini tengah tancap gas mendorong agar Kasepuhan Gelar Alam segera mendapat pengakuan resmi sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) tingkat nasional.

“Pemkab Sukabumi berkomitmen penuh mendukung pelestarian adat ini, sekaligus memproyeksikan pengembangan kawasan ini sebagai destinasi wisata budaya unggulan,” pungkas Asep Japar.

Di sisi lain, di tengah kemeriahan dan perhatian besar dari pemerintah daerah, Ketua Adat Kasepuhan Gelar Alam, Abah Ugi Sugriana Rakasiwi, menyambutnya dengan kesederhanaan dan rasa syukur yang mendalam.

“Alhamdulillah, penyelenggaraan Seren Taun berjalan dengan lancar,” ucap Abah Ugi singkat, namun penuh makna, mengapresiasi seluruh pihak yang masih setia merawat napas tradisi Kasepuhan Gelar Alam hingga detik ini.