Minggu, 25 Oktober 2026
Berbagi informasi untuk semua

Memutus Rantai Krisis Air Menahun di Kampung Cikiara

MYPALABUHANRATU.COM – Bagi warga Kampung Cikiara Kebun, air bersih pernah menjadi barang mewah yang harus ditebus dengan peluh. Bertahun-tahun, datangnya musim kemarau berarti dimulainya rutinitas yang menyiksa: berjalan kaki sejauh dua kilometer membelah jalanan desa menuju sungai terdekat hanya untuk mencuci, memasak, atau sekadar mandi.

Namun, rutinitas melelahkan di pelosok Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi itu kini resmi usai. Sebanyak 60 Kepala Keluarga (KK) tak perlu lagi menguras tenaga setelah sebuah sumur bor rampung dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi pada Kamis (22/10/2026).

“Sebelumnya warga harus berbondong-bondong ke sungai. Dengan adanya sumur bor ini, warga kami tidak lagi kesulitan. Kebutuhan mencuci, memasak, hingga penggunaan MCK di setiap rumah kini lebih terbantu karena ketersediaan air yang melimpah,” cerita Bambang Sujana, salah satu tokoh masyarakat setempat.

Ketua RT 01/RW 11 Kampung Cikiara Kebun, Noerhasanah, mengamini hal tersebut. Baginya, sumur ini memutus rantai krisis menahun yang kerap mencekik 60 KK di wilayahnya tiap kali kemarau panjang menyapa.

Krisis air di Cikiara Kebun nyatanya tak hanya menyulitkan urusan dapur warga, tetapi juga merembet ke ruang-ruang kelas. Di SDN Cikole, yang berada tepat di kampung tersebut, sanitasi sempat menjadi momok tahunan.

Bagi Nuneng, guru di SDN Cikole, ketersediaan air adalah syarat mutlak bagi kenyamanan aktivitas belajar mengajar. Selama ini, pihak sekolah kerap dipusingkan oleh urusan toilet yang tak teraliri air saat kemarau.

“Sumur bor ini jawaban atas harapan kami. Dulu kami kesulitan mendapatkan air bersih untuk toilet maupun membersihkan ruang kelas. Sekarang, anak-anak dan para guru lebih mudah melakukan kegiatan kebersihan di sekolah,” tutur Nuneng.

Pembangunan infrastruktur dasar semacam ini kerap dianggap sepele, namun dampaknya paling terasa di akar rumput. Kepala Desa Mekarjaya, Wida Yunita, menilai intervensi TMMD cukup presisi menyentuh persoalan mendasar warganya. Ia mencatat, selain sumur bor, program ini juga merambah pada perbaikan jalan, pembangunan fasilitas MCK, hingga rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Bagi warga Kampung Cikiara dan para siswa SDN Cikole, keberadaan sumur bor ini lebih dari sekadar urusan pipa dan mesin air. Ia adalah penanda berakhirnya kelelahan panjang menyusuri jalan dua kilometer, sekaligus mengembalikan hak dasar mereka atas air bersih dan sanitasi yang layak.