Minggu, 25 Oktober 2026
Berbagi informasi untuk semua

Cuaca Ekstrem Mengamuk di Cicurug, Wabup Sukabumi Turun Tangan Pastikan Penanganan Kilat

SUKABUMI — Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi belakangan ini mulai memicu alarm bahaya. Di Kecamatan Cicurug, cuaca ekstrem tersebut tak ayal merusak sejumlah infrastruktur hingga menyebabkan pohon-pohon tumbang.

Tak ingin menunggu situasi memburuk, mesin birokrasi Pemerintah Kabupaten Sukabumi langsung mengambil langkah proaktif. Pada Sabtu (3/10/2026), Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas turun langsung ke lapangan untuk memastikan penanganan dampak cuaca ekstrem berjalan cepat dan tepat sasaran.

Dengan memboyong Camat Cicurug serta perwakilan dari BPBD, Dinas Sosial, dan Dinas Perkim, Wabup memusatkan pemantauannya di area SMPN 2 Cicurug, Desa Purwasari. Di lokasi ini, ia tidak sekadar melihat sisa kerusakan, melainkan langsung menyerap laporan situasi terkini dari perangkat kewilayahan untuk segera dieksekusi.

Kehadiran jajaran Pemkab ini sekaligus mengirimkan pesan tegas bahwa penanganan bencana tidak boleh bertele-tele. Setiap dinas terkait diminta merapatkan barisan agar dampak cuaca ekstrem tidak sampai melumpuhkan aktivitas warga terlalu lama.

Wabup Andreas menekankan bahwa kesiapsiagaan di lapangan adalah kunci. Informasi mengenai perkembangan kondisi di titik-titik rawan harus terus diperbarui agar setiap pergerakan tim penanggulangan bencana bisa lebih presisi.

Bagi Pemkab Sukabumi, mitigasi bencana bukan sekadar rutinitas bergerak setelah musibah terjadi. Lebih dari itu, kecepatan informasi, soliditas koordinasi, dan jaminan perlindungan bagi warga adalah hal yang mutlak harus dipenuhi oleh negara.

Di tengah kondisi cuaca yang masih sulit diprediksi, Pemkab Sukabumi juga mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat. Warga diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan ekstra, terutama jika hujan deras mulai mengguyur tanpa henti dalam waktu yang lama.